Showing posts with label Home. Show all posts
Showing posts with label Home. Show all posts
Adakah yang menyalakan pelita lalu meletakkannya dibawah tempat tidur ?

Adakah yang menyalakan pelita lalu meletakkannya dibawah tempat tidur ?





Oleh Estomihi FP Simatupang


Adakah yang menyalakan pelita lalu meletakkannya dibawah tempat tidur
? atau adakah yang menyalakan pelita lalu menyimpannya didalam lemari ?. 


Ketika pertanyaan tersebut diatas ditanyakan pada kita, mungkin kita semua akan menjawab "tidak ada". Kita semua tahu bahwa pelita dinyalakan untuk menerangi kegelapan. Tentunya pelita akan diletakkan diatas kaki dian atau diatas meja atau ditembok agar dapat memberikan cahaya yang lebih luas.

Pertanyaan diatas adalah sebuah perumpaan dalam bentuk pertanyaan, yang patut untuk kita renungkan agar kita tidak berlaku dan bersikap bodoh. Karena bagi siapa saja yang menyalakan pelita lalu meletakkannya dibawah tempat tidur atau yang menyalakan pelita lalu menyimpannya didalam lemari akan dianggap bodoh.

Tanpa menuduh orang lain, dalam kehidupan sehari-hari bisa saja kita-lah orang bodoh itu, yang menyalakan pelita lalu meletakkannya dibawah tempat tidur atau yang menyalakan pelita lalu menyimpannya didalam lemari. 

Bagi orang kristen, keselamatan hanyalah ada didalam Yesus Kristus yang telah memberikan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita dan menjadikan kita sebagai manusia baru. Pengaruniaan Yesus Kristus sebagai anak tunggal Allah dapat diartikan sebagai pelita. Namun kita justru meletakkannya dibawah tempat tidur dalam hal ini menyia-nyiakan keselamatan itu. 

Mari kita renungkan :

Yohanes 3:16 TB
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Tuhan Yesus Memberkati.
 




Read More
TEBANG SAJA TUAN

TEBANG SAJA TUAN

Adakah pohon yang tidak pernah berbuah meskipun kita sudah memupuk dan merawatnya dengan baik ? 

Tentu sangat sayang atau tidak sampai hati kita menebang pohon yang sudah lama kita tanam dan kita rawat tetapi tidak pernah berbuah. Tebang saja..jangan ragu ganti dengan tanaman lain karena pohon itu tidak akan memberikanmu hasil apapun yang dapat anda nikmati. Yang ada hanyalah harapan seolah-olah akan berbuah. 

Dalam dunia pertanian salah satu penyebab sebuah tanaman tidak pernah berbuah adalah karena mutasi gen yang menyebabkan kemandulan pada tanaman. Tentu dengan kemandulan tanaman ini mengakibatkan tanaman tidak akan pernah berbuah meskipun kita memupuk dan merawatnya dengan baik tidak akan berpengaruh kepada tanaman tersebut.

Uniknya pohon-pohon yang tidak berbuah ini tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa pohon itu tidak akan pernah berbuah. Suburnya pohon memberikan harapan seolah-olah pohon itu akan segera berbuah. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun penantian itu ternyata sia-sia. Tidak ada perubahan dari pohon itu dan yang ada adalah harapan seolah-olah pohon itu akan segera berbuah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tebang saja....jangan ragu..ganti dengan pohon yang lain.

Demikian juga dengan kita tentu ada usaha yang sudah kita rintis atau buka selama bertahun-tahun tetapi belum pernah sekalipun memberikan hasil atau keuntungan meskipun kita sudah melakukan apa yang harus dilakukan. Sama halnya dengan pohon diatas, usaha yang kita rintis memang tidak akan pernah memberikan hasil/untung karena usaha kita memang mandul seperti pohon diatas. Tutup saja dan ganti dengan usaha yang dapat memberikan hasil/ keuntungan. Jangan ragu....

oleh Tommy Simatupang

Read More
BERIKANLAH YANG TERBAIK BAGI TUHAN

BERIKANLAH YANG TERBAIK BAGI TUHAN



Seorang ibu menyuruh anaknya untuk memilah-milah hasil kebunnya yang baru saja mereka petik dari kebunnya. Ketika si anak telah selesai memilahnya lalu si ibu menyuruhnya untuk memilahnya lagi. Lalu setelah sianak selesai memilahnya lalu si ibu menyuruh si anak untuk memilah kembali. Lalu si anak mulai jengkel dan bertanya kepada ibunya :

anak : Ibu,...saya sudah memilah sekali, lalu apa yang sudah saya pilah itu kemudian ibu suruh untuk aku pilah lagi dan setelah selesai aku pilahkemudian ibu menyuruhku memilahnya untuk ketiga kali. Untuk apa ibu melakukannya ?tanya si anak pada ibunya 


lalu ibunya menjawab : Nak,..ibu mau memberikan sepersepuluh dari apa yang telah kita panen kepada Tuhan.

Anak : jika hanya untuk memberikan sepersepuluh kepada Tuhan, cukuplah kita hanya memisahkan sepersepuluh dari hasil panen kita saja bu. Untuk apa kita harus harus berungkali memilah-milahnya ?

Ibu : Nak.....ibu ingin memberikan yang terbaik buat Tuhan. Yang terbaik dari hasil panen kita. Ketika kita ingin memberikan sesuatu, berikanlah yang baik. Terlebih lagi jika kita ingin memberi kepada Tuhan berikanlah yang terbaik.

by. tommy simatupang
Read More
PENUNTUN YANG BAIK

PENUNTUN YANG BAIK



Oleh : Estomihi FP Simatupang

Seorang pemandu gunung menawarkan diri kepada beberapa anak muda yang hendak mendaki gunung. 

Ketika sang pemandu menjelaskan akan bahaya yang akan dialami dan banyaknya binatang buas didalam hutan tersebut dan kemungkinan mereka akan tersesat, para anak muda itu bukan-nya mendengar tetapi malah mentertawakannya seolah-olah mengatakan bahwa kami adalah anak muda yang pemberani dan yang tak mungkin tersesat. 

Berungkali sang pemandu tersebut untuk membujuk dan menasihati para anak muda itu tetapi usaha sang pemandu tersebut tetap sia-sia.

Dua minggu kemudian, para orang tua anak-anak muda tersebut bersama tim SAR (Search & Rescue) datang untuk mencari kedalam hutan dan naasnya mereka ditemukan tak bernyawa lagi. 

Dengan sedih sang pemandu melihat para anak muda naas itu yang karena kesombongan dan kebebalannya mereka akhirnya mati diterkam binatang buas.

Demikianlah halnya dengan kita, Tuhan Yesus telah menawarkan diri-Nya sebagai Juruslamat kita agar kita tidak tersesat dan jatuh kedalam dosa. Bukan hanya itu, bahkan Tuhan Yesus mengirimkan Roh Kudus untuk membimbing dan menuntun kita agar kita tidak tersesat. 


Mari kita renungkan ;

Yohanes 14 : 26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin



Read More
DISIPLIN  BAK TUKANG PANDAI BESI

DISIPLIN BAK TUKANG PANDAI BESI

By : Tommy Simatupang

Ketika berbicara tentang disiplin maka akan sering kali dihubungkan dengan kesuksesan atau keberhasilan. Disiplin identik dengan sebuah keberhasilan karena disiplin mencoba untuk melatih seseorang agar berubah lebih teratur dan terarah. Keteraturan dan keterarahan yang dibentuk dari disiplin dapat merubah pola pikir dan sikap kearah yang lebih baik. Disiplin lebih menekankan sikap patuh dan taat terhadap aturan atau tata tertib yang telah disepakati baik dengandiri kita sendiri maupun dengan orang lain. Sikap patuh dan taat inilah yang membentuk sebuah karakter positif dan yang bertanggung jawab sehingga menghasilkan orang-orang yang siap untuk berhasil.

Disiplin adalah bak tukang pandai besi yang membentuk pedang dari sebuah besi. Seorang tukang pandai besi dalam membuat besi menjadi pedang yang berkualitas membutuhkan waktu. Dan setiap tukang pandai besi memiliki berbagai teknik dan cara dalam membuat besi menjadi pedang tetapi tujuannya adalah sama yaitu untuk menghasilkan sebuah pedang yang berkualitas dan layak untuk dipakai. Jika kita perhatikan lagi seorang tukang pandai besi adalah orang yang sabar dan tekun karena tukang pandai besi dalam membentuk besi menjadi pedang akan memanaskan besi lalu memukulnya lalu memanaskannya kembali lalu memukulnya kembali, hal itu dilakukannya berulang-ulang hingga besi tersebut membentuk sebuah pedang. Setelah besi menjadi pedang, maka pedang itu akan diasahnya hingga menjadi tajam.

Petapah mengatakan bahwa "disiplin adalah kunci keberhasilan". Hal ini menegaskan bahwa disiplin merupakan bagian dari kesuksesan atau keberhasilan. Disiplin menghasilkan sebuah kunci dan kunci ini harus diproses, ditempa dan diasah sebagaimana halnya besi diproses, ditempa dan diasah oleh tukang pandai besi menjadi sebuah pedang.
Disiplin adalah sebuah sikap mengendalikan diri agar lebih teratur dan tertib. Dengan disiplin berarti kita tunduk dan terikat terhadap aturan-aturan yang telah kita buat dan sepakati dengan diri kita sendiri tanpa ada lagi alasan-alasan yang akan kita buat untuk menghindarinya.

Disiplin membutuhkan sebuah pengorbanan, karena disiplin tanpa pengorbanan akan sulit dan mustahil. Disiplin memaksa kita untuk merubah kebiasan-kebiasan yang kita lakukan, melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan hati, tubuh dan pikiran kita dan mengorbankan sesuatu yang mungkin kita suka. Disiplin memaksa kita untuk menolak kompromi dengan berbagai alasan yang mengada-ada. Sebagaimana besi mengorbankan bentuk aslinya menjadi sebuah pedang demikian juga dengan kita.

Read More
RASA TAKUT YANG MENJADI KETAKUTAN BARU

RASA TAKUT YANG MENJADI KETAKUTAN BARU

Rasa takut adalah baik, tetapi ketika rasa takut memberikan sebuah respon yang berlebihan maka kita tidak akan berani dalam mengambil sebuah keputusan apapun. Maka rasa takut itu akan menjadi sebuah masalah yang besar bagi kita kemudian. Rasa takut adalah baik jika rasa takut itu dijadikan sebagai bahan koreksi atau sebagai bahan pertimbanganuntuk lebih hati-hati lagi agar tidak terjadi hal-hal yang diluar pemikiran. 


Seperti rem yang pasti ada dalam setiap kendaraan demikian pula Rasa takut adalah alamiah yang dimiliki oleh setiap orang sejak lahirnya, yang fungsinya juga sama yaitu untuk menahan dan mengendalikan.


Ketika kita pernah mengalami kegagalan, maka rasa takut akan semakin bertambah dan semakin sering muncul ketika kita ingin mengulang usaha kita yang pernah gagal dulu dan kadangkala rasa takut itu selalu menghantui kita dan seolah-olah mengatakan bahwa sia-sia kita untuk mencobanya. 




Seperti sebuah rumusan matematika berbanding terbalik, bahwa hal rasa takut pun demikian. Semakin besar rasa takut kita maka semakin kecil pula sikap optimis kita. Semakin kecil rasa takut kita maka semakin besar pula sikap optimis kita. Dalam hal pembagian rasa takut dengan optimis maka rasa takut harus diberikan porsi 15% dan sikap optimis sebesar 85%, hingga demikian bahwa rasa takut tidak lagi berkuasa atas kita tetapi kitalah yang mengendalikan rasa takut itu.


Mengurangi rasa takut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan kita dan tidak semudah kita memindahkan sebuah bidak dalam permainan catur dan tak semudah apa yang diucapkan. Mengurangi dan mengendalikan rasa takut bukan juga sebuah hal yang mustahil. Rasa takut perlulah dikendalikan agar tidak berkuasa penuh atas segala keputusan yang akan kita ambil. Ketika rasa takut berkuasa atas setiap keputusan yang akan diambil maka keputusan yang diambil akan cenderung menolak. Ini adalah sifat alamiah yang dimiliki oleh sebuah rasa takut yang berlebihan. 


Rasa takut yang lahir dari kegagalan pada umumnya menimbulkan sebuah ketakutan baru. Ketakutan itu seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masa lalu yang gagal. Ketika kita membiarkannya maka ketakutan itu akan semakin bertumbuh. Memelihara ketakutan bak ibarat memelihara semak belukar diantara tanaman kita yang tanpa kita sadari kita telah memupuknya. 

Rasa takut yang berlebih akan jarang membuat kita mengambil keputusan yang dapat merubah kehidupan kita. Rasa takut itu telah mengekang hidup kita dan telah mengambil tempat yang cukup strategis akibat kegagalan masa lalu yang kita alami.

Kita tahu bahwa tentara adalah seorang yang memiliki keberanian lebih dari yang lain. Tetapi seorang tentara tak ingin mati konyol dimedan perang hanya dengan mengandalkan keberanian lalu dia maju menembaki musuhnya tanpa membuat sebuah perhitungan. Seorang tentara juga memiliki rasa takut, ketika dimedan perang tentu ia akan takut mati tertembak oleh musuhnya. Rasa takut yang ada padanya tidak lalu membuat ia bersembunyi dan menghindar dari peperangan tetapi ia dapat mengendalikan rasa takut yang ada padanya dengan bijak sehingga ia dengan hati-hati melangkah maju untuk menembak musuhnya. Rasa takut itu telah diubahnya menjadi sebuah strategi dalam bertempur.


Rasa takut tidak menjadi alasan bagi kita untuk tidak melakukan sesuatu tetapi rasa takut telah membuat kita melakukan apa yang seharusnya kita lakukan dan apa yang telah menjadi kewajiban bagi kita. Rasa takut yang dipakai pada tempatnya akan menjadi sebuah petunjuk bagi kita.


Ketika rasa takut yang berlebihan ada padamu, kendalikanlah rasa takutmu itu.

by tommy simatupang



Read More
BERTEKUNLAH MENUNTUN ANAK-ANAK ANDA UNTUK MENGENAL TUHAN

BERTEKUNLAH MENUNTUN ANAK-ANAK ANDA UNTUK MENGENAL TUHAN

image : www.danielnugroho.com
Seorang pria berdebat dengan penyair Inggris tentang tempat pengajaran agamawi bagi orangtua yang berusaha melakukan tugasnya. "Saya kira orang tua seharusnya tidak mengajarkan agama kepada anak-anaknya." kata pria itu kepada penyair Inggris itu. Sebaliknya ia harus memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk menetukan pilihan mereka sendiri.

Sang penyair tidak mengatakan sepatah katapun tetapi sebaliknya mengundang pria itu kebelakang untuk melihat-lihat kebunnya. Lalu sang penyair tersebut menanyakan bagaimana pendapatnya tentang kebunnya. "Ini bukan kebun, hanya sebidang tanah berumput yang ditumbuhi rumput liar" kata pria itu.

Lalu si penyair itu berkata "ya, dahulunya ini adalah kebun, tetapi kemudian saya memutuskan untuk memberikan kebebasan kepadanya menjadi apa pun yang dikendakinya tanpa campur tangan dari saya. demikian juga dengan anak-anak kita. Lalu pria itu mengangguk dan tertunduk malu.

Mari kita renungkan :

Amsal 4 

1. Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian,

2. karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku.

3. Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku,

4. aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.


(The secrets of Salomon)

Read More