Showing posts with label Home. Show all posts
Showing posts with label Home. Show all posts
Adakah yang menyalakan pelita lalu meletakkannya dibawah tempat tidur ?

Adakah yang menyalakan pelita lalu meletakkannya dibawah tempat tidur ?





Oleh Estomihi FP Simatupang


Adakah yang menyalakan pelita lalu meletakkannya dibawah tempat tidur
? atau adakah yang menyalakan pelita lalu menyimpannya didalam lemari ?. 


Ketika pertanyaan tersebut diatas ditanyakan pada kita, mungkin kita semua akan menjawab "tidak ada". Kita semua tahu bahwa pelita dinyalakan untuk menerangi kegelapan. Tentunya pelita akan diletakkan diatas kaki dian atau diatas meja atau ditembok agar dapat memberikan cahaya yang lebih luas.

Pertanyaan diatas adalah sebuah perumpaan dalam bentuk pertanyaan, yang patut untuk kita renungkan agar kita tidak berlaku dan bersikap bodoh. Karena bagi siapa saja yang menyalakan pelita lalu meletakkannya dibawah tempat tidur atau yang menyalakan pelita lalu menyimpannya didalam lemari akan dianggap bodoh.

Tanpa menuduh orang lain, dalam kehidupan sehari-hari bisa saja kita-lah orang bodoh itu, yang menyalakan pelita lalu meletakkannya dibawah tempat tidur atau yang menyalakan pelita lalu menyimpannya didalam lemari. 

Bagi orang kristen, keselamatan hanyalah ada didalam Yesus Kristus yang telah memberikan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita dan menjadikan kita sebagai manusia baru. Pengaruniaan Yesus Kristus sebagai anak tunggal Allah dapat diartikan sebagai pelita. Namun kita justru meletakkannya dibawah tempat tidur dalam hal ini menyia-nyiakan keselamatan itu. 

Mari kita renungkan :

Yohanes 3:16 TB
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Tuhan Yesus Memberkati.
 




Read More
TEBANG SAJA TUAN

TEBANG SAJA TUAN

Adakah pohon yang tidak pernah berbuah meskipun kita sudah memupuk dan merawatnya dengan baik ? 

Tentu sangat sayang atau tidak sampai hati kita menebang pohon yang sudah lama kita tanam dan kita rawat tetapi tidak pernah berbuah. Tebang saja..jangan ragu ganti dengan tanaman lain karena pohon itu tidak akan memberikanmu hasil apapun yang dapat anda nikmati. Yang ada hanyalah harapan seolah-olah akan berbuah. 

Dalam dunia pertanian salah satu penyebab sebuah tanaman tidak pernah berbuah adalah karena mutasi gen yang menyebabkan kemandulan pada tanaman. Tentu dengan kemandulan tanaman ini mengakibatkan tanaman tidak akan pernah berbuah meskipun kita memupuk dan merawatnya dengan baik tidak akan berpengaruh kepada tanaman tersebut.

Uniknya pohon-pohon yang tidak berbuah ini tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa pohon itu tidak akan pernah berbuah. Suburnya pohon memberikan harapan seolah-olah pohon itu akan segera berbuah. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun penantian itu ternyata sia-sia. Tidak ada perubahan dari pohon itu dan yang ada adalah harapan seolah-olah pohon itu akan segera berbuah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tebang saja....jangan ragu..ganti dengan pohon yang lain.

Demikian juga dengan kita tentu ada usaha yang sudah kita rintis atau buka selama bertahun-tahun tetapi belum pernah sekalipun memberikan hasil atau keuntungan meskipun kita sudah melakukan apa yang harus dilakukan. Sama halnya dengan pohon diatas, usaha yang kita rintis memang tidak akan pernah memberikan hasil/untung karena usaha kita memang mandul seperti pohon diatas. Tutup saja dan ganti dengan usaha yang dapat memberikan hasil/ keuntungan. Jangan ragu....

oleh Tommy Simatupang

Read More
BERIKANLAH YANG TERBAIK BAGI TUHAN

BERIKANLAH YANG TERBAIK BAGI TUHAN



Seorang ibu menyuruh anaknya untuk memilah-milah hasil kebunnya yang baru saja mereka petik dari kebunnya. Ketika si anak telah selesai memilahnya lalu si ibu menyuruhnya untuk memilahnya lagi. Lalu setelah sianak selesai memilahnya lalu si ibu menyuruh si anak untuk memilah kembali. Lalu si anak mulai jengkel dan bertanya kepada ibunya :

anak : Ibu,...saya sudah memilah sekali, lalu apa yang sudah saya pilah itu kemudian ibu suruh untuk aku pilah lagi dan setelah selesai aku pilahkemudian ibu menyuruhku memilahnya untuk ketiga kali. Untuk apa ibu melakukannya ?tanya si anak pada ibunya 


lalu ibunya menjawab : Nak,..ibu mau memberikan sepersepuluh dari apa yang telah kita panen kepada Tuhan.

Anak : jika hanya untuk memberikan sepersepuluh kepada Tuhan, cukuplah kita hanya memisahkan sepersepuluh dari hasil panen kita saja bu. Untuk apa kita harus harus berungkali memilah-milahnya ?

Ibu : Nak.....ibu ingin memberikan yang terbaik buat Tuhan. Yang terbaik dari hasil panen kita. Ketika kita ingin memberikan sesuatu, berikanlah yang baik. Terlebih lagi jika kita ingin memberi kepada Tuhan berikanlah yang terbaik.

by. tommy simatupang
Read More
PENUNTUN YANG BAIK

PENUNTUN YANG BAIK



Oleh : Estomihi FP Simatupang

Seorang pemandu gunung menawarkan diri kepada beberapa anak muda yang hendak mendaki gunung. 

Ketika sang pemandu menjelaskan akan bahaya yang akan dialami dan banyaknya binatang buas didalam hutan tersebut dan kemungkinan mereka akan tersesat, para anak muda itu bukan-nya mendengar tetapi malah mentertawakannya seolah-olah mengatakan bahwa kami adalah anak muda yang pemberani dan yang tak mungkin tersesat. 

Berungkali sang pemandu tersebut untuk membujuk dan menasihati para anak muda itu tetapi usaha sang pemandu tersebut tetap sia-sia.

Dua minggu kemudian, para orang tua anak-anak muda tersebut bersama tim SAR (Search & Rescue) datang untuk mencari kedalam hutan dan naasnya mereka ditemukan tak bernyawa lagi. 

Dengan sedih sang pemandu melihat para anak muda naas itu yang karena kesombongan dan kebebalannya mereka akhirnya mati diterkam binatang buas.

Demikianlah halnya dengan kita, Tuhan Yesus telah menawarkan diri-Nya sebagai Juruslamat kita agar kita tidak tersesat dan jatuh kedalam dosa. Bukan hanya itu, bahkan Tuhan Yesus mengirimkan Roh Kudus untuk membimbing dan menuntun kita agar kita tidak tersesat. 


Mari kita renungkan ;

Yohanes 14 : 26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin



Read More
DISIPLIN  BAK TUKANG PANDAI BESI

DISIPLIN BAK TUKANG PANDAI BESI

By : Tommy Simatupang

Ketika berbicara tentang disiplin maka akan sering kali dihubungkan dengan kesuksesan atau keberhasilan. Disiplin identik dengan sebuah keberhasilan karena disiplin mencoba untuk melatih seseorang agar berubah lebih teratur dan terarah. Keteraturan dan keterarahan yang dibentuk dari disiplin dapat merubah pola pikir dan sikap kearah yang lebih baik. Disiplin lebih menekankan sikap patuh dan taat terhadap aturan atau tata tertib yang telah disepakati baik dengandiri kita sendiri maupun dengan orang lain. Sikap patuh dan taat inilah yang membentuk sebuah karakter positif dan yang bertanggung jawab sehingga menghasilkan orang-orang yang siap untuk berhasil.

Disiplin adalah bak tukang pandai besi yang membentuk pedang dari sebuah besi. Seorang tukang pandai besi dalam membuat besi menjadi pedang yang berkualitas membutuhkan waktu. Dan setiap tukang pandai besi memiliki berbagai teknik dan cara dalam membuat besi menjadi pedang tetapi tujuannya adalah sama yaitu untuk menghasilkan sebuah pedang yang berkualitas dan layak untuk dipakai. Jika kita perhatikan lagi seorang tukang pandai besi adalah orang yang sabar dan tekun karena tukang pandai besi dalam membentuk besi menjadi pedang akan memanaskan besi lalu memukulnya lalu memanaskannya kembali lalu memukulnya kembali, hal itu dilakukannya berulang-ulang hingga besi tersebut membentuk sebuah pedang. Setelah besi menjadi pedang, maka pedang itu akan diasahnya hingga menjadi tajam.

Petapah mengatakan bahwa "disiplin adalah kunci keberhasilan". Hal ini menegaskan bahwa disiplin merupakan bagian dari kesuksesan atau keberhasilan. Disiplin menghasilkan sebuah kunci dan kunci ini harus diproses, ditempa dan diasah sebagaimana halnya besi diproses, ditempa dan diasah oleh tukang pandai besi menjadi sebuah pedang.
Disiplin adalah sebuah sikap mengendalikan diri agar lebih teratur dan tertib. Dengan disiplin berarti kita tunduk dan terikat terhadap aturan-aturan yang telah kita buat dan sepakati dengan diri kita sendiri tanpa ada lagi alasan-alasan yang akan kita buat untuk menghindarinya.

Disiplin membutuhkan sebuah pengorbanan, karena disiplin tanpa pengorbanan akan sulit dan mustahil. Disiplin memaksa kita untuk merubah kebiasan-kebiasan yang kita lakukan, melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan hati, tubuh dan pikiran kita dan mengorbankan sesuatu yang mungkin kita suka. Disiplin memaksa kita untuk menolak kompromi dengan berbagai alasan yang mengada-ada. Sebagaimana besi mengorbankan bentuk aslinya menjadi sebuah pedang demikian juga dengan kita.

Read More
RASA TAKUT YANG MENJADI KETAKUTAN BARU

RASA TAKUT YANG MENJADI KETAKUTAN BARU

Rasa takut adalah baik, tetapi ketika rasa takut memberikan sebuah respon yang berlebihan maka kita tidak akan berani dalam mengambil sebuah keputusan apapun. Maka rasa takut itu akan menjadi sebuah masalah yang besar bagi kita kemudian. Rasa takut adalah baik jika rasa takut itu dijadikan sebagai bahan koreksi atau sebagai bahan pertimbanganuntuk lebih hati-hati lagi agar tidak terjadi hal-hal yang diluar pemikiran. 


Seperti rem yang pasti ada dalam setiap kendaraan demikian pula Rasa takut adalah alamiah yang dimiliki oleh setiap orang sejak lahirnya, yang fungsinya juga sama yaitu untuk menahan dan mengendalikan.


Ketika kita pernah mengalami kegagalan, maka rasa takut akan semakin bertambah dan semakin sering muncul ketika kita ingin mengulang usaha kita yang pernah gagal dulu dan kadangkala rasa takut itu selalu menghantui kita dan seolah-olah mengatakan bahwa sia-sia kita untuk mencobanya. 




Seperti sebuah rumusan matematika berbanding terbalik, bahwa hal rasa takut pun demikian. Semakin besar rasa takut kita maka semakin kecil pula sikap optimis kita. Semakin kecil rasa takut kita maka semakin besar pula sikap optimis kita. Dalam hal pembagian rasa takut dengan optimis maka rasa takut harus diberikan porsi 15% dan sikap optimis sebesar 85%, hingga demikian bahwa rasa takut tidak lagi berkuasa atas kita tetapi kitalah yang mengendalikan rasa takut itu.


Mengurangi rasa takut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan kita dan tidak semudah kita memindahkan sebuah bidak dalam permainan catur dan tak semudah apa yang diucapkan. Mengurangi dan mengendalikan rasa takut bukan juga sebuah hal yang mustahil. Rasa takut perlulah dikendalikan agar tidak berkuasa penuh atas segala keputusan yang akan kita ambil. Ketika rasa takut berkuasa atas setiap keputusan yang akan diambil maka keputusan yang diambil akan cenderung menolak. Ini adalah sifat alamiah yang dimiliki oleh sebuah rasa takut yang berlebihan. 


Rasa takut yang lahir dari kegagalan pada umumnya menimbulkan sebuah ketakutan baru. Ketakutan itu seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masa lalu yang gagal. Ketika kita membiarkannya maka ketakutan itu akan semakin bertumbuh. Memelihara ketakutan bak ibarat memelihara semak belukar diantara tanaman kita yang tanpa kita sadari kita telah memupuknya. 

Rasa takut yang berlebih akan jarang membuat kita mengambil keputusan yang dapat merubah kehidupan kita. Rasa takut itu telah mengekang hidup kita dan telah mengambil tempat yang cukup strategis akibat kegagalan masa lalu yang kita alami.

Kita tahu bahwa tentara adalah seorang yang memiliki keberanian lebih dari yang lain. Tetapi seorang tentara tak ingin mati konyol dimedan perang hanya dengan mengandalkan keberanian lalu dia maju menembaki musuhnya tanpa membuat sebuah perhitungan. Seorang tentara juga memiliki rasa takut, ketika dimedan perang tentu ia akan takut mati tertembak oleh musuhnya. Rasa takut yang ada padanya tidak lalu membuat ia bersembunyi dan menghindar dari peperangan tetapi ia dapat mengendalikan rasa takut yang ada padanya dengan bijak sehingga ia dengan hati-hati melangkah maju untuk menembak musuhnya. Rasa takut itu telah diubahnya menjadi sebuah strategi dalam bertempur.


Rasa takut tidak menjadi alasan bagi kita untuk tidak melakukan sesuatu tetapi rasa takut telah membuat kita melakukan apa yang seharusnya kita lakukan dan apa yang telah menjadi kewajiban bagi kita. Rasa takut yang dipakai pada tempatnya akan menjadi sebuah petunjuk bagi kita.


Ketika rasa takut yang berlebihan ada padamu, kendalikanlah rasa takutmu itu.

by tommy simatupang



Read More
BERTEKUNLAH MENUNTUN ANAK-ANAK ANDA UNTUK MENGENAL TUHAN

BERTEKUNLAH MENUNTUN ANAK-ANAK ANDA UNTUK MENGENAL TUHAN

image : www.danielnugroho.com
Seorang pria berdebat dengan penyair Inggris tentang tempat pengajaran agamawi bagi orangtua yang berusaha melakukan tugasnya. "Saya kira orang tua seharusnya tidak mengajarkan agama kepada anak-anaknya." kata pria itu kepada penyair Inggris itu. Sebaliknya ia harus memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk menetukan pilihan mereka sendiri.

Sang penyair tidak mengatakan sepatah katapun tetapi sebaliknya mengundang pria itu kebelakang untuk melihat-lihat kebunnya. Lalu sang penyair tersebut menanyakan bagaimana pendapatnya tentang kebunnya. "Ini bukan kebun, hanya sebidang tanah berumput yang ditumbuhi rumput liar" kata pria itu.

Lalu si penyair itu berkata "ya, dahulunya ini adalah kebun, tetapi kemudian saya memutuskan untuk memberikan kebebasan kepadanya menjadi apa pun yang dikendakinya tanpa campur tangan dari saya. demikian juga dengan anak-anak kita. Lalu pria itu mengangguk dan tertunduk malu.

Mari kita renungkan :

Amsal 4 

1. Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian,

2. karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku.

3. Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku,

4. aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.


(The secrets of Salomon)

Read More
Pohon dan Buahnya

Pohon dan Buahnya


    (Ukuran Sebuah Keberhasilan)


    Pohon yang dikatakan berhasil adalah pohon yang menghasilkan buah yang banyak dan baik pula. 

    Sebuah pohon belum dapat dikatakan berhasil sebelum pohon tersebut berbuah meskipun pohon itu bertumbuh subur, memiliki batang yang besar, mempunyai cabang dan ranting yang banyak serta daun yang hijau dan lebat. Ukuran keberhasilan sebuah pohon ditentukan oleh  buah yang dihasilkan . Buah yang dihasilkannyalah yang akan menjadi tolak ukuran keberhasilan pohon tersebut. 


    Sebuah pohon, tidak juga dapat dikatakan berhasil jika pohon tersebut hanya menghasilkan buah yang banyak namun buahnya asam dan busuk. Demikian juga dengan pohon yang memiliki buah bagus yang tidak asam dan busuk namun buahnya hanya sedikit sekali, tidak juga dapat dikatakan berhasil.



    Beberapa fakta yang mungkin pernah kita temukan tentang pohon dan buahnya adalah  :

    1. Ada pohon yang besar menghasilkan buah yang banyak tetapi buahnya asam.
    2. Ada pohon yang besar tetapi menghasilkan buah yang sedikit 
    3. Ada pohon yang kecil menghasilkan buah yang banyak dan manis
    4. Ada pohon yang kecil menghasilkan buah yang sedikit tapi manis.
    Dalam kehidupan kita seringkali kita tidak menyadari ini, kita merasa bahwa kita telah berhasil namun sesungguhnya kita belum dapat dikatakan berhasil jika kita diukur dari apa yang telah kita hasilkan sebagaimana sebuah pohon dikatakan berhasil jika menghasilkan buah yang banyak dan baik pula . 

    Demikian juga dalam kehidupan kita :

    1. Ukuran Keberhasilan sebuah keluarga adalah anak. Anak yang baik adalah keberhasilan keluarga dalam membimbing, mengajari dan mendidik anak-anaknya 
    2. Ukuran keberhasilan seorang presiden adalah rakyatnya. Rakyat yang makmur dan sejahtera adalah keberhasilan seorang presiden dalam memimpin negaranya. 
    3. Keberhasilan sebuah sekolah adalah murid-murid yang dihasilkannya
    4. Keberhasilan seorang pemimpin adalah anak buah/karyawannya.
    by; tommy simatupang

    Read More
    HATI YANG MERENDAH

    HATI YANG MERENDAH

    Markus 7 : 26 - 29
    26. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.

    27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    28. Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
    29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

    Dalam setiap kita menghadapi sebuah pergumulan, marilah kita renungkan Firman Tuhan diatas :
    1. Berusahalah dengan sungguh-sungguh 

    Marilah kita belajar dari kisah perempuan diatas bagaimana ia berusaha dengan sungguh-sungguh mencari kesembuhan bagi anaknya sampai akhirnya perempuan itu menemukan Tuhan Yesus. Tentu ada usaha yang sangat luar biasa yang dilakukan perempuan itu dalam mencari informasi dan keberadaan Tuhan Yesus.

    2. Mendengar dan Melakukan

    Sebuah pengharapan dan iman timbul ketika perempuan itu mendengar tentang Yesus dari orang-orang yang menyaksikan bagaimana Yesus menyembuhkan orang yang sakit dengan berbagai penyakit. Ketika ia mendengar tentang Yesus yang dapat menyembuhkan orang sakit, ibu ini langsung pergi mencari Yesus. Mencari Tuhan Yesus adalah sebuah tindakan atas respon apa yang didengar perempuan itu tentang Tuhan Yesus. Ini dapat kita lihat bagaimana ibu itu dapat menemukan Tuhan Yesus didalam rumah yang sama sekali Tuhan Yesus tidak ingin seorangpun untuk mengetahuinya.

    3. Sikap dalam Memohon belas kasihan Tuhan Yesus

    Ketika ibu itu melihat Yesus, dia langsung bersungkur didepan kaki Yesus dan memohon supaya anaknya disembuhkan. Sikap demikian dilakukannya bagaimana itu sangat berharap belas kasihan Tuhan Yesus supaya menyembuhkan anaknya.

    4. Sikap merendahkan diri dihadapan Tuhan Yesus

    Ibu itu tidak marah dan tersinggung dengan perkataan Tuhan Yesus dan mengakui bahwa dirinya adalah seorang yang hina dengan menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

    5. Tunjukkanlah iman percaya kita kepada Tuhan Yesus.

    Iman percaya kepada Tuhan Yesus telah ditunjukkannya kepada Tuhan Yesus dengan langsung pergi tanpa ragu ketika Tuhan Yesus menjawab "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu. 

    Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Read More
    BERTUMBUH DAN BERBUAH

    BERTUMBUH DAN BERBUAH

    By : Tommy Simatupang

    Bagi kita hal tentang fase atau tahapan-tahapan pertumbuhan tanaman dari kecambah hingga berbuah tidaklah penting dan perlu , yang penting dan perlu bagi kita adalah
    bahwa tanaman tersebut berbuah.

    Tidaklah demikian bagi mereka yang sukses, fase atau tahapan-tahapan pertumbuhan tanaman hingga berbuah telah dijadikan sebagai sebuah inspirasi dalam berproses dalam mencapai sebuah keberhasilan. 

    Setiap tanaman akan mengalami dan melewati tahapan-tahapan pertumbuhan sebelum tanaman itu berbuah.  



    Pertumbuhan tanaman terdiri dari 3 tahapan yaitu:
    1. Tahap Perkecambahan, adalah tahap dimana tanaman mulai melakukan pembentukan embrio kecambah. Tahap ini dapat dikatakan sebagai tahap persiapan.
    2. Tahap Pertumbuhan Vegetatif, adalah tahap dimana tanaman mulai melakukan pertumbuhan pada akar, daun, batang dan cabang-cabang yang baru. Tahap ini dapat dikatakan sebagai tahap pembangunan pondasi dan struktur dan arsitektur.
    3. Tahap Pertumbuhan Generatif, adalah tahap dimana tanaman mulai melalukan pembentukan dan perkembangan kuncup-kuncup bunga, buah, bunga dan biji. Tahap ini dapat dikatakan sebagai tahap penjualan.
    Hasil gambar untuk tahapan-tahapan pertumbuhan pohonPertumbuhan tanaman adalah sebuah contoh yang baik yang memberikan kita sebuah gambaran bagaimana caranya untuk berhasil.

    Pertumbuhan tanaman telah mengingatkan kita bahwa tidak ada keberhasilan yang tidak melalui suatu proses seperti yang dialami sebuah tanaman untuk berbuah. Dan tidak satupun fase ataupun tahapan-tahapan yang dilewatkan oleh tanaman tersebut. Sebuah fase atau tahapan saling berkaitan sehingga tidak ada keberhasilan yang instant.

    Dalam kehidupan kita, tahapan-tahapan pertumbuhan tanaman dapat kita jadikan menjadi sebuah acuan dalam mencapai keberhasilan, yaitu :
    1. Tahap perkecambahan adalah tahap bagi kita untuk membentuk karakter diri dengan disiplin, rajin, fokus dan semangat. 
    2. Tahap pertumbuhan vegetatif adalah tahapan bagi kita untuk melakukan perencanaan, inovasi, penelitian dan melahirkan ide-ide kreatif
    3. Tahap pertumbuhan generatif adalah tahapan bagi kita untuk mewajudkan rencana, mengembangan dan ekpansi.

    Bagi orang sukses keberhasilan itu adalah sebuah proses yang harus dijalani seperti pohon yang berbuah.
    Read More
    Apa yang akan dituai, jika ditanam saja tidak

    Apa yang akan dituai, jika ditanam saja tidak

    Ketika seorang petani setiap hari menghabiskan waktunya untuk melihat dan menunggui ladangnya dan berharap ia akan segera panen padahal tak satu pohon pun telah ia tanam, mungkin kita akan berpikir bahwa petani ini adalah orang yang paling bodoh di dunia dan siapapun mungkin akan mengatakan demikian (bodoh).

    Dalam kehidupan nyata mungkin kita adalah cerminan petani diatas, yang mengharapkan keberhasilan dan kesuksesan hanya berbicara sukses atau dan mengharapkannya menjadi sukses tanpa melakukan sesuatu apapun. 

    Seperti seorang petani yang telah membiarkan ladangnya kosong dan ditumbuhi oleh tanaman liar demikian juga kita yang membiarkan hari-hari kita dengan semangat tanpa melakukan sesuatu apapun dan akhirnya hari-hari kita dipenuhi oleh harapan-harapan kosong.


    Kita membuang setiap kesempatan dan membiarkannya berlalu begitu saja seperti petani yang melewatkan musim hujan untuk musim tanam. 
      
    Tentu kita tidak ingin seperti petani diatas yang menghabiskan waktunya untuk melihat dan menunggui ladangnya dan berharap akan segera panen padahal tak satu pohon pun telah ia tanam.

    Jika kita tidak ingin seperti petani bodoh diatas yang menantikan musim panen untuk apa yang dia tidak tanam maka sekarang lihatlah apa yang sudah kita kerjakan untuk dapat kita petik dimasa yang akan datang. Jika kita belum melakukan sesuatu apapun maka lakukanlah sebelum musim tanam berlalu. 

    Apa yang akan dituai, jika ditanam saja tidak ? Mungkin inilah ungkapan bagi mereka yang tidak pernah menanam tetapi menunggu waktu untuk memanennya. 

    by. tommy simatupang.

    Read More
    RANTING DAN BUAHNYA

    RANTING DAN BUAHNYA

    "BUAH YANG BANYAK DIHASILKAN OLEH RANTING YANG BANYAK DAN BAIK"

    Ketika kita melihat pohon yang berbuah lebat mungkin kita akan merasa kagum, bangga dan senang. Mari kita lihat sejenak, buah yang lebat itu ternyata dihasilkan oleh ranting-rantingnya.

    Dan hal inipun berlaku dalam kehidupan kita.

    Beberapa hal yang dapat menjadi pelajaran bagi kita adalah :
    1. Semakin banyak ranting semakin banyak pula harapan untuk menghasilkan buah.
    2. Batang menghasilkan cabang, dan cabang menghasilkan ranting dan ranting menghasilkan buah.
    3. Banyaknya ranting yang tumbuh dipengaruhi oleh pertumbuhan batang dan cabang-cabangnya.
    4. Ranting yang lebih besar dari cabang atau batang pada akhirnya akan patah. 
    Ketika kita mengejar keberhasilan seringkali  kita hanya fokus untuk bertumbuh keatas dan melupakan ranting-ranting kita. Kita tidak akan pernah membuat cabang yang menghasilkan ranting jika kita tidak pernah tahu bahwa ranting itulah yang akan menghasilkan buah dan pada akhirnya kita menjadi kecewa ketika usaha/jerih payah kita tidak membuahkan hasilnya

    Mungkin kita bertanya, apakah cabang atau ranting yang bisa menghasilkan buah dalam hidup kita ? :
    1. Memberikan semangat pada diri kita atau bawahan kita atau bahkan pada anak kita bahwa kita bisa lebih baik dari saat ini. Mari tumbuhkan ranting semangat dalam hidupmu.
    2. Melatih kemampuan dalam diri kita atau bawahan kita atau bahkan pada anak kita bahwa kita bisa melakukan yang lebih lagi dari saat ini. Mari kita kembangkan dan latih kemampuan kita. 
    3. Meyakinkan diri kita atau bawahan kita atau bahkan pada anak kita bahwa tak ada usaha yang sia-sia jika kita percaya dalam doa. Mari kita tumbuhkan iman kita.
    Hal ranting dengan buahnya juga berlaku untuk :

    1. Antara Bapak dengan isteri dan anak-anaknya
    2. Antara Pemimpin dengan Karyawannya
    3. Antara Pejabat dan Bawahannya.

    Demikian juga dengan kita, buah-buah keberhasilan kita ada pada ranting-ranting kita. Semakin banyak ranting yang bisa kita hasilkan semakin banyak pula buah keberhasilan kita. Ranting yang baik menghasilkan buah yang baik.

    by. tommy simatupang.
    Read More